Skip to main content

Stardust, Pesawat Pemburu Komet 'Tutup Usia'

Stardust, Pesawat Pemburu Komet 'Tutup Usia'


http://science.nasa.gov/media/medialibrary/2003/12/31/31dec_stardust_resources/theusualpicture1_strip.jpg

Dengan satu klik pada mouse, Sandy Freund Kasper mengirimkan perintah ke pesawat pemburu komet tanpa awak milik NASA, Stardust, untuk membakar seluruh bahan bakarnya
Dengan satu klik pada mouse, Sandy Freund Kasper mengirimkan perintah ke pesawat pemburu komet tanpa awak milik NASA, Stardust, untuk membakar seluruh bahan bakarnya. Perintah ini memulai sebuah rangkaian pemberhentian operasi Stardust yang telah berjasa untuk ilmu astronomi selama 12 tahun.

http://science.nasa.gov/media/medialibrary/2003/12/31/31dec_stardust_resources/theusualpicture1_strip.jpg

"Rasanya seperti mengucapkan selamat jalan pada seorang teman," kata Allan Cheuvront, program manager Stardust dari perusahaan Lockheed Martin. Dia terlibat dengan Stardust sejak 1996, saat megaproyek itu masih berupa desain.

Cheuvront menambahkan, "Stardust adalah pesawat luar biasa. Dia selalu mengerjakan apa yang kami perintahkan. Hasilnya, selalu sempurna dan memuaskan."

Diluncurkan pada 1999, Stardust telah menyelesaikan misi utamanya pada 2006. Ketika itu, ia mengirimkan sampel kecil dari partikel komet Wild 2 ke Bumi via tabung parasut.

http://mm04.nasaimages.org/MediaManager/srvr?mediafile=/Size3/NVA2-4-NA/6954/stardustcomposite_nasa.jpg&userid=1&username=admin&resolution=3&servertype=JVA&cid=4&iid=NVA2&vcid=NA&usergroup=NASA_Astronomy_Picture_of_the_Day_Collecti-4-Admin&profileid=16

Stardust menjalankan misi terakhirnya pada Kamis lalu. Dengan menembakkan pendorong sampai bahan bakar hidrazinnya habis. Dari jejak pembakaran di bawah 2,5 menit, para ilmuwan mengetahui secara akurat berapa bahan bakar yang masih tersisa.

Pada akhirnya, perhitungan tersebut dapat membantu desain dan operasi pesawat generasi berikutnya di masa depan.

"Perhitungan untuk menganalisis data bahan bakar memakan waktu beberapa hari," kata Jim Neuman, mission operations manager yang juga bekerja untuk Lockheed Martin. Dia kerap membuat dan mengoperasikan sejumlah pesawat satelit NASA.

Dari ruangan besar di Lockheed Martin, Denver-AS, Freund Kasper yang bertanggung jawab penuh atas Stardust, siap mengirimkan perintah ke pesawat tanpa awak itu.

Sebelum dia memberikan instruksi, Cheuvront mengumpulkan delapan hingga sembilan insinyur lain di ruang kerja. Mereka diberi label "Power", "Thermal", "Propulsion", dan beberapa peran lain. Masing-masing menunggu giliran untuk melakukan tugasnya.

Dia pun menghampiri Don Brownlee, kepala peneliti pada misi utama Stardust lima tahun silam, untuk mengambil sampel komet Wild 2. "Ini pengalaman sangat indah dan luar biasa," kata Brownlee pada Freund Kasper.

Pada pukul 16:41 waktu setempat, Freund Kasper menginstruksi pada Stardust untuk mulai mengeksekusi misi pemberhentian ini.

Sekitar 42 menit kemudian (waktu yang ditempuh untuk menyampaikan pesan ke Stardust yang terletak 93 juta mil dari Bumi dan mengirimkan responsnya kembali ke Bumi) para peneliti melihat api yang berkobar-kobar di layar komputer besar.

Saat bahan bakar habis terbakar, Stardust kehilangan kemampuan untuk menjaga antenanya agar tetap menunjuk ke bumi. Akhirnya, ruang kontrol kehilangan kontak raiod pada pukul 15:33 waktu setempat.

Tanpa bahan bakar, fungsi panel surya Stardust tidak akan berrfungsi dengan baik. Sekali baterainya terkuras, pesawat itu akan mati selamanya.

Sumber :
teknologi.vivanews.com

Comments

Popular posts from this blog

Hayabusa, Kereta Peluru Dari Jepang Siap Pacu 300 Km/jam

Hayabusa, Kereta Peluru Dari Jepang Siap Pacu 300 Km/jam Author: radhite   Category: teknologi Kereta api peluru terbaru Jepang berhidung lancip, “Hayabusa” atau Falcon, telah memulai debutnya untuk memacu kecepatan 300 kilometer per jam pada Sabtu (5/3). Kereta api peluru terbaru Jepang berhidung lancip, “Hayabusa” atau Falcon, telah memulai debutnya untuk memacu kecepatan 300 kilometer per jam pada Sabtu (5/3). Kereta dengan teknologi ultra-cepat terbaru ini akan melakukan perjalanan tiga hari dari Tokyo ke kota Aomori, di pedesaan terpencil di ujung utara pulau Honshu. Hayabusa Kereta Peluru tercepat di Jepang Hayabusa seri E5 berwarna hijau dan perak ini akan melakukan perjalanan dengan kecepatan 300 km/jam dan menempuh perjalanan 675 kilometer dalam 3 jam 10 menit. Di tahun depan kereta ini akan dipacu pada kecepatan tertinggi sebesar 320 km/jam, menjadikannya kereta tercepat di Jepang. “Penumpang akan menikmati perjalanan yang tak berisik melal...

Sepeda Pancal Tercepat Di Dunia Dengan Kecepatan 133 km/jam

Sepeda Pancal Tercepat Di Dunia Dengan Kecepatan 133 km/jam Author: radhite   Category: teknologi Normalnya orang bersepeda paling cepat adalah sekitar 50-70 kilometer per jam saja dan kalau membawa sepeda motor kecepatannya hanya 80-120 saja. Tetapi sepeda canggih tercepat di dunia ini mempunyai kecepatan 133 Km/jam, sungguh luar biasa. Normalnya orang bersepeda paling cepat adalah sekitar 50-70 kilometer per jam saja dan kalau membawa sepeda motor kecepatannya hanya 80-120 saja. Tetapi sepeda canggih tercepat di dunia ini mempunyai kecepatan 133 Km/jam, sungguh luar biasa. Sepeda tersebut diproduksi oleh perusahaan asal Kanada bernama Varna Innovation & Research Corporation. Sepeda tercepat itu dikendarai oleh Sam Whittingham dan di desain oleh Georgi Georgiev. Ternyata perusahaan ini sudah menjadi langganan pemecah rekor sepeda tercepat hampir setiap tahun dan setiap kategori. Penentuan pemecahan rekor diambil di Battle Mountain, Nevada, ...

Sejarah Wifi

Sejarah adanya WIFI SEJARAH WIFI Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti  Hewlett-Packard  (HP) menguji WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai  data rate  100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita  Industrial, Scientific and Medical  (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik  spread spectrum  (SS) pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan  data rate  > 1 Mbps. Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama  IEEE  membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802....