Skip to main content

Ilmuwan Kembangkan Pembungkus Makanan dari Bakteri

Ilmuwan Kembangkan Pembungkus Makanan dari Bakteri


Ilmuwan mengembangkan teknik pelapis kertas dengan nanopartikel perak. Ini merupakan kombinasi bakteri kertas yang cocok sebagai bahan kemasan makanan.
Ilmuwan mengembangkan teknik pelapis kertas dengan nanopartikel perak. Ini merupakan kombinasi bakteri kertas yang cocok sebagai bahan kemasan makanan.

Bahan perak sebelumnya banyak digunakan untuk melawan bakteri dan nanopartikel. Perak sudah sering digunakan dalam industri tekstil, serat, plastik dan logam nuntuk aplikasi biomedis.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1162802.jpg

Teknologi ini digunakan untuk melapisi luka dan kateter tahan mikroba. Materi ini juga dapat dipakai sebagai bahan penghilang bau pada kaos kaki.

Awalnya, ilmuwan belum mampu mengumpulkan partikel perak yang setara satu per 50 ribu ketipisan rambut manusia, dalam sebuah lapisan kertas biasa. Namun, materi terbaru yang menggunakan ultrasound atau gelombang suara berfrekuensi tinggi, mampu menahan partikel itu di dalam kertas.


Teknik yang diperkenalkan tim ilmuwan yang dipimpin Aharon Gedanken dari Bar-Ilan University, Israel, ini dipublikasikan di jurnal Langmur yang diterbitkan American Chemical Society.

Dalam uji coba laboratorium, lapisan yang disebut sebagai kertas pembunuh ini berhasil mengumpulkan aktivitas bakteri yang mampu melawan E. Coli dan S. Aureus, dua unsur penyebab keberadaan bakteri makanan.

"Aplikasi menakjubkan ini menunjukkan kemampuan untuk kemasan bahan makanan yang berlangsung lama di rak," tulis ilmuwan.

Jika ini benar dimanfaatkan, produk makanan akan dilapisi kertas berisi nanopartikel perak yang terdiri dari berbagai bakteri yang mampu menahan bakteri perusak kualitas makanan.

Selain kemasan makanan, metode pelapis itu dapat digunakan untuk membuat properti tahan air.

Sumber :
inilah.com

Comments

Popular posts from this blog

Hayabusa, Kereta Peluru Dari Jepang Siap Pacu 300 Km/jam

Hayabusa, Kereta Peluru Dari Jepang Siap Pacu 300 Km/jam Author: radhite   Category: teknologi Kereta api peluru terbaru Jepang berhidung lancip, “Hayabusa” atau Falcon, telah memulai debutnya untuk memacu kecepatan 300 kilometer per jam pada Sabtu (5/3). Kereta api peluru terbaru Jepang berhidung lancip, “Hayabusa” atau Falcon, telah memulai debutnya untuk memacu kecepatan 300 kilometer per jam pada Sabtu (5/3). Kereta dengan teknologi ultra-cepat terbaru ini akan melakukan perjalanan tiga hari dari Tokyo ke kota Aomori, di pedesaan terpencil di ujung utara pulau Honshu. Hayabusa Kereta Peluru tercepat di Jepang Hayabusa seri E5 berwarna hijau dan perak ini akan melakukan perjalanan dengan kecepatan 300 km/jam dan menempuh perjalanan 675 kilometer dalam 3 jam 10 menit. Di tahun depan kereta ini akan dipacu pada kecepatan tertinggi sebesar 320 km/jam, menjadikannya kereta tercepat di Jepang. “Penumpang akan menikmati perjalanan yang tak berisik melal...

Sepeda Pancal Tercepat Di Dunia Dengan Kecepatan 133 km/jam

Sepeda Pancal Tercepat Di Dunia Dengan Kecepatan 133 km/jam Author: radhite   Category: teknologi Normalnya orang bersepeda paling cepat adalah sekitar 50-70 kilometer per jam saja dan kalau membawa sepeda motor kecepatannya hanya 80-120 saja. Tetapi sepeda canggih tercepat di dunia ini mempunyai kecepatan 133 Km/jam, sungguh luar biasa. Normalnya orang bersepeda paling cepat adalah sekitar 50-70 kilometer per jam saja dan kalau membawa sepeda motor kecepatannya hanya 80-120 saja. Tetapi sepeda canggih tercepat di dunia ini mempunyai kecepatan 133 Km/jam, sungguh luar biasa. Sepeda tersebut diproduksi oleh perusahaan asal Kanada bernama Varna Innovation & Research Corporation. Sepeda tercepat itu dikendarai oleh Sam Whittingham dan di desain oleh Georgi Georgiev. Ternyata perusahaan ini sudah menjadi langganan pemecah rekor sepeda tercepat hampir setiap tahun dan setiap kategori. Penentuan pemecahan rekor diambil di Battle Mountain, Nevada, ...

Sejarah Wifi

Sejarah adanya WIFI SEJARAH WIFI Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti  Hewlett-Packard  (HP) menguji WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai  data rate  100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita  Industrial, Scientific and Medical  (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik  spread spectrum  (SS) pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan  data rate  > 1 Mbps. Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama  IEEE  membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802....